Daftar Banjir Jakarta Terparah Sepanjang Tahun

banjir jakarta 2007

Berikut ini akan kami tampilkan Daftar Banjir Jakarta Terparah Sepanjang Tahun mulai dari tahun 2007. kenapa mulai 2007? karena pada saat itulah banjir terparah terjadi di jakarta.

Banjir Jakarta 2007

banjir jakarta 2007

Banjir Jakarta 2007 adalah bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2007 malam hari. Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari, ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor-Puncak-Cianjur, dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60% wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir.

Banjir Jakarta 2008

banjir jakarta 2008

Korban banjir akibat guyuran hujan lebat di Jakarta pada Jumat 1 Februari 2008 mencapai 79.796 jiwa. Data Crisis Centre Balaikota DKI Jakarta, Sabtu (2\/2\/2008) menunjukkan, korban banjir itu berasal dari 26.574 KK yang tersebar di lima wilayah Jakarta.

Data menyebutkan, di wilayah Jakarta Pusat, titik banjir terdapat di 22 kelurahan yang berada di 7 kecamatan. Di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, ketinggian air masih 30 cm, Kelurahan Petamburan 25-70 cm, dan Kelurahan Benhil 60-130 cm.

Sementara di Kelurahan Serdang ketinggian air mencapai 20-70 cm, Cempaka Baru 20 cm-1 meter, kecamatan Sawah Besar 15-60 cm, Senen 10-60 cm, Bungur 10-60 cm dan Gondangdia 10-60 cm.

Sedangkan di Jakarta Timur, titik banjir berada di 30 kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Genangan air tertinggi berada di Cipinang Muara, Jatinegara yakni 30-1 meter, Kelurahan Cipinang Besar Utara 70-120 cm, Kelurahan Cipinang Besar Selatan 40-160 cm, dan Kecamatan Pulogadung 50-80 cm.

Di Jakarta Timur terdapat 43 lokasi pengungsian, 6 dapur umum, dan 5 pos kesehatan. Di Jakarta Utara, titik genangan air berada di 5 kelurahan dengan rata-rata ketinggian 35 cm. Di wilayah ini terdapat 6 lokasi pengungsian. Sedangkan di Jakarta Selatan, titik air berada di 7 kelurahan dengan rata-rata ketinggian 10-50 cm.

Di Jakarta Barat, banjir melanda 14 kelurahan di 5 kecamatan. Di wilayah ini terdapat 27 pos penampungan, 15 dapur umum, 6 posko kesehatan, dan 6 unit perahu karet.

Banjir Jakarta 2009

Banjir yang terjadi di bulan Januari 2009, mencakup seluruh wilayah Jakarta, dengan ketinggian air hingga 275 cm, dengan jumlah pengungsi sebanyak 2.683 jiwa, penduduk yang mengalami kebanjiran sebanyak 8.908 kepala keluarga atau 24.317 jiwa.

Wilayah yang mengalami ketinggian air lebih dari 50 cm adalah Petamburan, Bukit Duri, Manggarai, Rawajati, Bintaro, Kampung Melayu, Cipinang Besar Utara, Cawang, Rawa Terate, Tegal Alur, dan Rawa Buaya. Secara umum, wilayah Jakarta Pusat ketinggian air berada di antara 5 – 80 cm, Jakarta Selatan 5 – 200 cm, Jakarta Timur 10 – 275 cm, Jakarta Utara 5 – 60 cm, dan Jakarta Barat 5 – 80 cm.

Banjir Jakarta 2010

search

puncak banjir di Jakarta terjadi Januari 2010 dan lebih parah dibandingkan tahun 2009. tanggal 12 Februari 2010 telah terjadi banjir di Kodya Jakarta Timur (2 kelurahan) dan Kodya Jakarta Selatan (7 kelurahan) yang merupakan banjir kiriman dari Kota Bogor. Ketinggian air mencapai 100 – 175 cm.

Kelurahan yang terkena yaitu Kodya Jakarta Timur Kel. Kampung Melayu (Kec. Jatinegara) dan Kel. Cawang (Kec. Kramat Jati) serta Kodya Jakarta Selatan Kel. Bukit Duri, Kel. Kebon Baru, Kel. Pejaten Timur, Kel. Rawajati 1, Kel. Rawajati 2, Kel. Cikoko dan Kel. Pengadegan. Saat ini air di seluruh wilayah telah surut.

Banjir jakarta 2011

banjir-thaitoodlm

Genangan air setinggi 40 cm ini menghiasi seberang gedung Universitas Jayabaya di Jalan A Yani menuju Cempaka Mas, Jakarta Timur februari 2011. Sedangkan arah sebaliknya aman dari banjir.

Ketinggian air menutupi separator jalan. Belasan pengendara motor terpaksa mendorong motornya yang mogok lantaran mesin motor kemasukan air. “Kemungkinan banjir karena hujan sejak semalam. Banjir mulai pukul 06.00 WIB pagi. Banjir sudah surut semula 50 cm atau sekitar lutut orang dewasa,” kata Imam (23), warga sekitar.

Untuk mengamankan motor dari banjir, banyak pengendara yang naik ke taman pemisah jalan. Banjir mengakibatkan kemacetan sepanjang 2 km mulai dari jembatan Jatinegara hingga kampus.

Banjir juga menggenangi Jalan A Yani menuju Cawang, tepat di turunan fly over Cempaka Mas. Ketinggian air mencapai 40 cm.

Banjir jakarta 2012

70b343d248ed1e71e1bf9786d5b5ab58048bae69

Traffic Management Center mengumumkan di situs resmi mereka bahwa genangan air di tol Bandara tepatnya di KM 24 tersendat karena air mencapai setinggi 30 cm akibatnya dari tiga lajur hanya dua lajur yang dapat dilalui.

Pihak PJR dan Jasa Marga saat berita ini diturunkan sedang melakukan penyedotan air. Sementara itu, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan banjir terparah terjadi di beberapa kawasan Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Tangerang yang tergenang air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter akibat meluapnya Kali Pesanggrahan, Kali Angke dan Kali Krukut.

Di Jakarta Timur, banjir terjadi di Pasar Rebo dan Jatinegara dan memaksa lebih dari 1.000 warga mengungsi ke aula dan tenda-tenda penampungan yang telah disediakan BPBD DKI Jakarta dan Pemda Jakarta Timur.

Sedangkan di Jakarta Selatan banjir merendam ratusan rumah di Pesanggrahan dan Kebayoran Baru. Lebih dari 800 warga mengungsi ke sejumlah posko.

“Potensi banjir masih dapat terjadi sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga tiga hari ke depan wilayah Jakarta akan masih diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedang dan lebat,” kata Sutopo seraya meminta warga di wilayah-wilayah yang terendam banjir agar tetap waspada.

Banjir, lanjut Sutopo, terutama disebabkan sempitnya alur dan lebar sungai.

“Saat ini lebar sungai hanya berkisar 5 meter, bahkan ada yang hanya 3 meter, padahal minimal idealnya 15 meter. Tidak aneh jika daerah-daerah tersebut rentan banjir,” kata Sutopo.

Banjir jakarta 2013

banjir jakarta 2013

Banjir Jakarta 2013 adalah bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada pertengahan Januari 2013 yang menyebabkan Jakarta dinyatakan dalam keadaan darurat. Banjir ini sebenarnya sudah dimulai sejak Desember 2012, dan baru mencapai puncaknya pada Januari 2013.

Pada Tanggal 15 Januari 2013, menyusul tanggul di Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, jebol dan menyebabkan banjir setinggi dua meter. Tanggul ini juga tercatat memiliki konstruksi buruk karena hanya dibuat dari karung pasir, sehingga tidak kuat menahan air Kali Pesanggrahan. Warga diungsikan ke bagian timur rel Pesing, namun kebanyakan bertahan di rumah masing-masing.

Pada tanggal 17 Januari 2013, tanggul Kanal Banjir Barat, di daerah Latuharhari juga jebol dan menyebabkan terendamnya kawasan perumahan mewah di Menteng dan berbagai kawasan bisnis di pusat kota. Perbaikan segera dilakukan namun terhambat arus lalu lintas.

Banjir Jakarta 2014

Sejumlah jalan utama di kawasan Jakarta Pusat ikut terendam dan menyebabkan kelumpuhan lalu lintas dan transportasi umum. Air juga merendam jalan-jalan di seputar Medan Merdeka dan Istana Presiden. Kompleks Balai Kota tempat Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berkantor ikut terendam.

“Ada 21 kelurahan yang terkena banjir. Jumlah ini meningkat dibanding hari kemarin, yang merendam 19 kelurahan,” kata Edy Junaedi Harahap, Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Di beberapa empat, tinggi air mencapai 70 cm.

Pada Dini hari waktu itu, salah satu gedung di Balai Kota mulai terendam banjir. Air masuk ke pelataran bawah Blok F. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu mengatakan, air sempat mencapai ketinggian sampai 20 cm, sebelum kembali surut.

Banjir Jakarta 2015

Seperti diberitakan oleh BBC

Hujan lebat mulai mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu malam hingga Senin (9/2) tengah hari. Air meluap dan menggenang di seantero kota.

Tak dilaporkan adanya korban, tidak juga kerusakan berarti. Menjelang sore, air surut di beberapa bagian kota.

Banjir kali ini belum separah banjir pada 2012 dan 2013. Namun genangan air sempat mengancam Istana Merdeka -yang masih ditinggal Presiden Jokowi yang melakukan lawatan ke tiga Negara ASEAN.

Untungnya, luapan air hanya mencapai jalanan sekeliling istana, tak sampai masuk.

itulah daftar banjir terparah yang dimulai dari tahun 2007, semoga dengan adanya peristiwa ini kita bisa bisa mempersiapkan diri untuk tetap menjaga kesehatan juga menjaga ketersediaan air bersih.  cukup sekian kali ini Daftar Banjir Jakarta Terparah Sepanjang Tahun.

Semoga bermanfaat.

2 Comments
  1. Reply Ira Januari 15, 2016 at 9:02 am

    banjir di jakarta udah dari dulu bukan hanya 2007 tapi dari tahun jakarta berdiri. ibu kota di pindahin aja ke kota lain.

    • Reply adminbor Januari 15, 2016 at 9:03 am

      kalau ibu kota dipindahin repot lagi ngurus berkas dan juga eprkantorannya. cmiww.

Deja un Comentario

Dioptimasi oleh Jumadil Awal Seo Website www.nomor1.us Partner: Secipta.co.id JualrumahJGC.com NusapenidaJourney.com Jasaborjakarta.com servicepompaairdansumurbor.com tukangsumurborjakarta.com centralservicesolahart.com sumurborjakarta.com hargasedotwc.com pompaairbaliservice.com jasaurugangroup.com balipompaairservice.com pestcontrolbogor.com Jasaservispompaairbali.com Traveljogja.info